Datingtraynher com

Selain ingin menyaksikanmu di kursi pelaminan, mereka juga pasti ingin tahu seperti apa konsep resepsimu, baju apa yang kamu kenakan, dekorasinya seperti apa, hingga menu apa saja yang ada pada acara pernikahanmu.Nggak masalah kamu mengunggah itu semua ke media sosial, toh pernikahan adalah momen yang sebisa mungkin hanya dilakukan sekali seumur hidup.Perlihatkan padanya bagaimana Di sisi lain, kamu juga harus paham bahwa anak kecil itu selalu mengutamakan dirinya sendiri yang pada akhirnya, perspektifnya terhadap sesuatu akan berbeda dengan kita, orang dewasa.Misalnya saja, kamu menuangkan air ke dalam gelas kecil hingga penuh dan hanya mengisi setengahnya saja pada gelas berukuran jumbo, si sebelahnya.

Apalagi di era kecanggihan teknologi informasi seperti saat ini, ada saja orang yang nyinyir dan mencibir di belakang kita setelah melihat apa yang kita pamerkan melalui media sosial. Meskipun momen tersebut adalah momen sakral yang membaha mgiakan, tapi tetap saja ada orang yang berpandangan negatif tentangnya. Meski kita mengharapkan seluruh tamu yang kita undang bisa hadir ke resepsi pernikahan kita, namun biasanya tetap ada beberapa undangan yang berhalangan hadir.Entah kenapa, di Indonesia masih saja ada orang-orang yang berpendapat bahwa selama janur kuning belum melengkung, maka sah-sah saja untuk berusaha mendekati seseorang meski orang tersebut telah memiliki kekasih.Banyak juga barisan para mantan yang merasa masih sayang dan selalu saja menerormu mencari perhatian.Untuk itu mengunggah momen bahagia tersebut ke sosial media juga menjadi penghargaan bagi dirimu sendiri dan orang-orang yang berjasa dalam melancarkan prosesi tersebut.-lah hasil riasannya, dan bantulah mempromosikannya agar orang-orang yang mencari referensi perias juga bisa memanfaatkan jasanya.

Leave a Reply